Spread the love

Ina Rachman qnet – Yang pertama kali Anda bayangkan saat mendengar tentang profesi pengacara adalah orang yang berpakaian rapi, serius, kaku, dan sombong. Bahkan, beberapa diantaranya hidup dengan penuh kemewahan tanpa ada rasa peduli pada sesama. Namun, anggapan tersebut tidak akan lagi sama jika Anda mengenal lawyer berhati mulia Ina Herawati Rachman, SH, MH.

Jika dilihat dari sekilas wajahnya tampak keibuan dengan senyum yang ramah. Penampilannya yang islami dengan jilbab membuat perempuan ini tampak bersahaja. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana ia memperlakukan sesamanya. Jika banyak pengacara yang lebih senang memperkaya diri, maka beda halnya dengan Ina.

Nama Ina Rachman tidak lagi asing di dunia hukum. Sebab, ia merupakan owner sekaligus managing director di kantor hukum Ina Rachman-Mulyaharja & Associates. Ia juga menjadi managing partner di firma hukum Maestro Patent International. Ia juga sempat beberapa kali tampil di layar kaca karena menjadi konsultan hukum para artis.

Kiprahnya di dunia hukum Indonesia memang tidak bisa diragukan lagi. Pasalnya, Ina dipercaya menjadi legal konsutan di berbagai perusahaan besar seperti Kimia Farma dan sebagainya. Ina juga mendapatkan jabatan sebagai lawyer untuk APLI.

Sukses dan Peduli

Banyak orang yang mendefinisikan sukses sebagai seseorang yang sudah memiliki harta berlimpah. Namun, ternyata kesuksesan tidak hanya dinilai dalam materi semata. Melainkan juga dalam kepedulian pada sesama. Pasalnya, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Hal ini pula lah yang mendorong Ina Rachman untuk lebih tanggap terhadap berbagai hal. Mulai dari kegiatan sosial hingga hal yang lebih besar lagi.

Perempuan ini layak untuk dikatakan berhati mulia. Sebab, di tengah kesibukannya menangani kasus, Ina masih selalu menyempatkan diri untuk melakukan kegiatan sosial. Mulai dari membantu korban bencana, membantu anak-anak di panti asuhan, hingga menolong pasien di rumah sakit dari keluarga tidak berada.

Bahkan, Ina tidak jarang untuk memberikan bantuan secara langsung. Bersama dengan sahabatnya di Komunitas Perempuan Cerdas NKRI, Ina melakukan beragam bhakti sosial untuk bersama-sama menolong orang yang kesusahan.

Memberi Bantuan Hukum Gratis

Berhati mulia tidak berarti harus memberikan bantuan pada orang lain berupa materi. Namun, dengan ilmu yang dimilikinya pun dapat terjadi. Nah, Ina Rachman juga sosok yang sangat peduli pada isu perempuan. Beberapa kali Ina tampak menjadi narasumber untuk forum yang membahas tentang isu perempuan. Entah mengenai kekerasan seksual, feminisme, hingga kemandirian finansial bagi perempuan.

Bahkan, lawyer kelahiran Singapura ini disebut-sebut sebagai advokat spesialis perempuan tertindas. Bukan sekadar guyonan belaka, julukan tersebut tersemat karena beragam hal yang ia lakukan untuk perempuan lain yang mengalami ketidak adilan dalam rumah tangga.

Coba saja Anda lihat berita-berita infotainment di televisi, sudah banyak perempuan yang Ina tolong dalam menghadapi masalah hukum. Contohnya saja Risty Tagor, Eddies Adellia, Marcella Zalianty, Elma Theana, istri Ustadz Zakky Mirza, hingga istri Opick.

Menariknya lagi, Ina memberikan pendampingan hukum pada kasus perceraian secara gratis. Hal ini dilakukan karena Ina pernah mengalami kegagalan berumah tangga dua kali. Sehingga, tumbuh rasa empati kepada sesama.

Bagi Ina, perceraian adalah musibah, sehingga ia tidak mau memanfaatkan kesedihan dari orang lain untuk pundi-pundi rupiah. Perempuan berhati mulia ini hanya ingin melakukan pengabdian. Setidaknya, ada hal-hal yang dilakukan Ina tanpa meminta imbalan di dunia.

Padahal, jika menilik lawyer sekaliber Ina, sudah pasti dalam sekali menangani kasus biayanya mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Jika bukan karena hati yang mulia tentu bukan nominal tersebut bukan lah sedikit nilainya.

Dengan pengalaman Ina selama kurang lebih 20 tahun di bidang hukum, Ina akan selalu menyuarakan aspirasi kebenaran di dalam hukum. Sebab, profesi pengacara berarti sudah sadar dengan ancaman serta risiko yang akan diterimanya.

Ina juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati. Pasalnya, alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini ingin menjadi orang yang apa adanya. Serta tidak ingin menjadi orang yang berbangga diri serta melakukan kamuflase dalam setiap kejadian.